Jumat, 18 September 2009

MAKALAH

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Tentang
OBSERVASI KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN
FASE REMAJA SMP

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Observasi Karakteristik perkembangan Fase Remaja SMP”.
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik. Selain itu, makalah ini ditulis untuk membandingkan teori dengan fakta di lapangan tentang karakteristik perkembangan fase remaja SMP.
Dengan makalah ini, diharapkan penulis serta pembaca mendapat ilmu pengetahuan mengenai karakteristik perkembangan peserta didik remaja SMP.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dra. Diah Puji Nalibrata, M.S.i. selaku Dosen Pembimbing serta teman-teman yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.

Jombang, 24 mei 2009

allung

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Masalah 2

BAB II : PEMBAHASAN
A. Deskripsi Umum Perkembangan Fase Remaja SMP 3
B. Hasil Observasi Perkembangan Fase Remaja SMP Berdasarkan
Teori dan Fakta pada Objek 6
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Karakteristik
pada Objek 10

BAB III : PENUTUP
A. Simpulan 13
B. Saran 13

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Setiap individu merupakan sistem yang hidup dan terbuka. Hal ini berarti bahwa individu mengalami kemajuan, perubahan, bersifat dinamis, dan tidak statis. Dengan demikian, setiap individu mengalami proses yang disebut perkembangan. Perkembangan adalah perubahan-perubahan yang dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya (maturation) yang berlangsung secara sistematis, progressif dan berkesinambungan baik menyangkut fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah). (Syamsu Yusuf, 2009: 15).
Setiap individu yang normal dan berusia panjang akan mengalami fase-fase perkembangan. Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu. Fase perkembangan tersebut berlangsung secara bertahap atau tidak melompat-lompat. Urutan perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:
Bayi – Balita – Anak – Remaja – Dewasa – Tua.
Pada dasarnya setiap individu mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan non fisik yang meliputi aspek-aspek intelektual, sosial, emosi, bahasa. Moral, dan agama. Perkembangan aspek-aspek tersebut saling mempengaruhi satu sama lain dan seluruh perkembangan tersebut bersifat dinamis. Menurut Santrok (1992) semua aspek dalam perkembangan dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik (Nana Syaodih, 2007: 1. 20).
Setiap fase perkembangan, individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Dalam makalah ini, penulis hanya membatasi observasi pada fase remaja SMP dengan segala karakteristiknya khususnya perkembangan non-fisik.
Perkembangan setiap individu dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu Hereditas (keturunan atau pembawaan) dan lingkungan. Beberapa karakteristik individu diperoleh melalui pewarisan dari pihak orang tuanya. Karakteristik tersebut menyangkut fisik (seperti struktur tubuh, warna kulit, dan bentuk rambut) dan psikis atau sifat-sifat mental (seperti emosi, kecerdasan, bakat). Beberapa karakteristik lain diperoleh dari faktor lingkungan meliputi: fisik, psikis, sosial, dan religius.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penulis mengobservasi dalam judul makalah “Observasi Karakteristik Perkembangan Fase Remaja SMP”.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah deskripsi umum perkembangan fase remaja SMP?
2. Bagaimanakah hasil observasi karakteristik perkembangan remaja SMP berdasarkan teori dan fakta pada obyek?
3. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan karakteristik pada obyek?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui deskripsi umum perkembangan fase remaja SMP;
2. Untuk mengetahui hasil observasi karakteristik perkembangan remaja SMP berdasarkan teori dan fakta pada obyek;
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan karakteristik pada obyek.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Deskripsi Umum Perkembangan Fase Remaja SMP
Remaja didefinisikan sebagai tahap perkembangan transisi yang membawa individu dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting, yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi. (Syamsu Yusuf, 2009: 184).
Menurut Konopka (Pikunar, 1976), masa remaja meliputi: (a) remaja awal: 12-15 tahun; (b) remaja madya: 15-18 tahun; dan (c) remaja akhir: 19-22 tahun.
Setiap remaja akan mengalami perkembangan fisik dan non-fisik sebagai berikut:
1. Perkembangan Fisik
Perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja ialah:
a. Pada Anak Perempuan
- Pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang);
- Pertumbuhan payudara
- Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kemaluan;
- Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya;
- Bulu kemaluan menjadi keriting;
- Menstruasi atau haid;
- Tumbuh bulu-bulu ketiak
3

b. Pada Anak Laki-laki
- Pertumbuhan tulang-tulang;
- Testis membesar;
- Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus dan berwarna gelap;
- Awal perubahan suara;
- Ejakulasi (keluarnya air mani);
- Bulu kemaluan menjadi keriting;
- Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya;
- Tumbuh rambut-rambut halus di wajah (kumis, jenggot);
- Tumbuh bulu ketiak;
- Akhir perubahan suara;
- Rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap;
- Tumbuh bulu di dada.
2. Perkembangan Non-Fisik
Perkembangan non-fisik pada fase remaja meliputi:
a. Perkembangan Intelektual
Karakteristik:
- Dapat berpikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak;
- Mampu membayangkan berbagai masalah yang kompleks dan abstrak;
- Mampu memecahkan masalah dengan pemikirannya sendiri.
b. Perkembangan Sosial
Karakteristik:
- Kemampuan memahami orang lain mulai berkembang (individu unik, sifat-sifat pribadi, minat, dan perasaan);
- Conformity, kecenderungan mengikuti opini, pendapat, kebiasaan teman sebaya.
c. Perkembangan Emosi
Karakteristik:
- Puncak emosionalitas;
- Muncul dorongan baru (perasaan cinta, rindu, berkenalan dengan lawan jenis).
d. Perkembangan Bahasa
Karakteristik:
- Penggunaan bahasa lebih sempurna;
- Perbendaharaan kata lebih banyak;
- Kemampuan menggunakan bahasa ilmiah mulai tumbuh;
- Mampu diajak berdialog seperti ilmuwan.
e. Perkembangan Moral
Karakteristik:
- Lebih mengenal nilai moral atau konsep moral (kejujuran, keadilan, kesopanan, kedisiplinan);
- Kemampuan berpikir abstrak memungkinkan remaja untuk dapat mentranformasikan keyakinan beragama, dapat mengapresiasi kualitas keabstrakan Tuhan sebagai Maha Adil, Maha Besar.

B. Hasil Observasi Karakteristik Perkembangan Fase Remaja SMP Berdasarkan Teori dan Fakta pada Obyek
Dalam makalah ini, penulis mengobservasi obyek sebagai berikut:
Nama : NURUL LATIFAH
Tempat, Tanggal Lahir : Jombang, 19 Februari 1994
Sekolah : MTs Al-Anwar Pacul Gowang
Alamat : Sugih Waras, Bandung, Diwek, Jombang
Agama : Islam
Tinggi Badan : 162 cm
Berat Badan : 44 kg
Bentuk Tubuh : Proporsional
Warna Kulit : Sawo Matang

Hasil Observasi

No Aspek Teori secara Umum Fakta pada Obyek Hasil
1 Intelektual - Dapat berpikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak Ifa mampu menanggapi suatu masalah yang ditunjukkan kepadanya. Dia beropini sesuai dengan pemikirannya sendiri, padahal dia tidak mengalami masalah tersebut melainkan hanya mendengar masalah Sesuai
- Remaja mampu membayangkan berbagai masalah yang kompleks dan abstrak Dengan kemampuan Ifa menanggapi masalah, otomatis dia sudah bisa membayangkan suatu masalah baik yang kompleks maupun abstrak Sesuai
- Kemampuan memecahkan masalah dengan pemikiran sendiri Ifa sudah bisa menilai baik-buruknya suatu masalah. Dan bisa mengungkapkan saran-saran yang menurutnya tepat untuk memecahkan masalah Sesuai
2 Sosial - Kemampuan memahami orang lain mulai berkembang ( individu unik, sifat-sifat pribadi, minat, perasaan ) Ifa mudah dalam menyesuaikan diri dengan orang lain karena dia mampu memahami karakteristik masing-masing individu. Ini ditunjukkan dengan dia mampu menempatkan dirinya pada saat dia bersama orang yang suka bercanda atau pun pemarah. Dan juga saat dia bersama temannya maupun orang dewasa. Sesuai
- Kecenderungan mengikuti opini, pendapat, kebiasaan teman sebaya Dalam kehidupan sosialnya di sekolah, Ifa memiliki kelompok dalam berteman, dia juga suka mengikuti perilaku teman-temannya. Misalnya, dalam memilih ekstrakurikuler, Ifa mengikuti ekstrakurikuler yang juga diikuti teman-temannya. Walaupun kadang tidak semua opini temannya diikuti olehnya. Sesuai
3 Emosi - Puncak emosionalitas (mencapai kematangan emosi) Ifa mempunyai emosi yang cukup matang, dia mampu menstabilkan emosinya. Ini ditunjukkan, dia tidak mudah marah saat diusik tentang hal pribadinya. Sesuai
- Muncul dorongan baru (perasaan, cinta, rindu, berkenalan dengan lawan jenis Sebagai remaja SMP yang normal, Ifa sudah mengenal cinta. Ini terbukti, dia jujur mengatakan sudah pernah pacaran Sesuai
4 Bahasa - Penggunaan bahasa lebih sempurna Ifa sudah mampu mengungkapkan kata0katanya dengan bahasa Indonesia yang baik dan tidak gagap Sesuai
- Perbendaharaan kata lebih banyak Pada dasarnya, Ifa memiliki perbendaharaan kata yang banyak. Namun, dalam hal komunikasi lisan, Ifa masih sulit untuk mengungkapkan pikirannya. Ifa lebih mudah mengungkapkan pikirannya melalui tulisan. Hal ini ditunjukkan dengan puisi-puisi yang dia buat sebagai ungkapan perasaannya. Sesuai
- Kemampuan menggunakan bahasa ilmiah mulai tumbuh Ifa mampu menyusun kalimat dengan bahasa yang baik, terarah dan logis. Sesuai
- Mampu diajak berdialog seperti ilmuwan Ifa sedikit mengalami kesulitan dalam mengemukakan pendapat. Saat diajak berdialog, dia hanya menjawab secara singkat dan apa adanya. Ifa sendiri memiliki kepribadian yang pendiam. Kurang
Sesuai
5 Moral - Lebih mengenal nilai moral atau konsep moral (kejujuran, keadilan, kesopanan) Ifa adalah remaja yang jujur, ini bisa dilihat dari apabila dia disuruh orang tuanya membeli sesuatu, seberapa kecil uang kembaliannya selalu diberikan. Dia juga remaja yang sopan, ini terlihat dari cara berpakaian dan tutur katanya yang sopan. Dia juga paham akan keadilan, sikap orang tuanya yang berbeda dalam memberi uang saku kepada kakak maupun adiknya, dia tidak iri maupun protes. Ifa juga disiplin, baik di rumah maupun di sekolah. Dia selalu tepat waktu datang ke sekolah. Dan mematuhi aturan baik di sekolah maupun di rumah Sesuai
6 Agama - Berkembang kesadaran atau keyakinan beragama Ifa adalah pemeluk agama Islam, dan dia juga memiliki keyakinan akan kebenaran agamanya Sesuai
- Kemampuan berpikir abstrak memungkinkan remaja untuk dapat men-transformasi-kan keyakinan beragama, dapat mengapresiasi kualitas keabstrakan Tuhan sebagai Maha Adil, Maha Besar Ifa mempunyai keyakinan agama yang kuat, ini dilihat dari dia aktif berjamaah ke masjid, mengaji, serta mengikuti kegiatan keagamaan di desanya. Dia juga takut melakukan perbuatan yang dilarang agamanya, karena dia takut berdosa. Sesuai

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Karakteristik pada Obyek
Perkembangan karakteristik individu dipengaruhi oleh hereditas dan lingkungan. Hereditas atau keturunan merupakan aspek individu yang diwariskan orang tua, bersifat bawaan, dan memiliki potensi untuk berkembang. Lingkungan merupakan faktor penting di samping hereditas yang menentukan perkembangan individu. Lingkungan ini meliputi fisik, psikis, sosial, dan religius.
Demikian pula perkembangan karakteristik yang terjadi pada Nurul Latifah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Faktor Hereditas
Sebagian besar karakteristik pada Ifa diturunkan dari Ayahnya. Misalnya, sikap Ifa yang tenang, pemalu dan tidak mudah marah.
2. Kondisi Fisik
Ifa memiliki keadaan fisik yang normal, yaitu tubuhnya yang tidak ada kecacatan. Oleh karena itu, perkembangan karakteristik pada Ifa juga normal sesuai dengan fase remaja SMP


3. Inteligensi
Ifa tergolong anak yang cerdas. Dia pernah dipercaya oleh sekolahnya untuk mengikuti Olimpiade Matematika. Selain itu, dengan inteligensi-nya yang baik dia mampu mengontrol perkembangan emosinya. Sehingga tidak sampai terpengaruh pada pergaulan yang salah.
4. Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga Nurul Latifah tergolong orang yang agamanya kuat. Hubungan keluarga juga harmonis. Keluarganya memiliki moral yang baik. Selain itu, keluarganya juga mendidik Ifa untuk memiliki sosialitas yang tinggi di masyarakat. Tetapi perhatian orang tua kepada Ifa kurang maksimal dan kurang memberi stimulus kepada Ifa untuk lebih terbuka.
5. Lingkungan Sekolah
Ifa bersekolah di MTs Al-Anwar Pacul Gowang. Di mana sekolahan itu agama sangat diutamakan, baik dalam pelajaran maupun dalam membentuk siswanya. Les-les tambahan pelajaran di sekolah juga diadakan, yaitu untuk membantu mengembangkan intelektual siswa. Selain itu, tingkat kedisiplinan di sekolahnya juga sangat tinggi. Tetapi dalam lingkungan sekolah kurang dalam hal pengembangan kepercayaan diri siswa.
6. Teman Sebaya
Dalam bergaul baik di rumah maupun di sekolah Ifa memiliki teman-teman yang baik. Di sekolah Ifa memiliki kelompok teman yang agamanya baik, inteligensi maupun moralnya juga baik. Sehingga Ifa tidak salah pergaulan.

7. Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat merupakan kumpulan masyarakat yang mengenal nilai-nilai moral dengan baik. Selain itu sangat memahami norma-norma agama sehingga dalam perkembangannya, Ifa dapat menjadi remaja yang bermoral dan sesuai dengan perkembangan karakteristik pada fasenya.

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
1. Peserta didik pada fase perkembangan remaja SMP berada pada masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Fase ini ditandai dengan matangnya perkembangan fisik maupun non-fisik
2. Berdasarkan hasil observasi Nurul Latifah adalah remaja SMP yang memiliki karakteristik hampir sesuai dengan karakteristik pada perkembangan remaja awal secara umum
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Nurul Latifah adalah hereditas, keadaan fisik, inteligensi, dan lingkungan (keluarga, sekolah, dan teman sebaya)

B. Saran
1. Ifa hendaknya bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya baik di bidang akademik maupun non akademik dengan baik
2. Hendaknya agar Ifa dapat mengembangkan kemampuan berbahasanya menjadi lebih aktif
3. Ifa hendaknya memiliki keberanian untuk lebih terbuka kpada orang tuanya dalam berbagai hal.



13

DAFTAR PUSTAKA
Hartono dan Sunarto. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta
Sumantri, Mulyani dan Nana Syaodih. 2007. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka
Yusuf, Syamsu. 2009. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar